Belajar Strategi Marketing 4.0 dari Buku Moving From Traditional To Digital

Marketing 4.0

Perekonomian dunia sedang beranjak menuju ke era ekonomi digital. Perkembangan teknologi merupakan penggerak pertama dari perubahan tersebut. Inovasi digital diakui mampu membawa negara-negara berkembang lebih dekat dengan kemakmuran. Dengan memanfaatkan teknologi, maka proses produksi, distribusi, dan pemasaran bisa menjadi lebih efektif dan efisien. Pelaku bisnis juga bisa membangun konektivitas dengan pasar baru mudah mengakses permodalan. Inovasi digital memang membawa perubahan yang sangat pesat dalam ranah bisnis, misalnya pada bidang pemasaran. Setiap perusahaan harus dapat beradaptasi dengan peluang usaha pada era digital ini. Sebuah buku berjudul marketing 4.0: moving from traditional to digital, mengulas berbagai hal tentang marketing 4.0.

Review Buku Marketing 4.0: Moving From Traditional To Digital 

Marketing 4.0
Buku Moving From Traditional To Digital

Sebelum terjadinya perubahan ke era digital, proses marketing lebih fokus pada pendekatan produk (product-driven), pelanggan (customer-centric), dan kemanusiaan pelanggan (human-centric). Di era digital seperti saat ini, para konsumen lebih mengandalkan the ffactor, yaitu familiesfriends, dan fans atau followers (media sosial). Konsumen tidak lagi mengandalkan iklan atau pesan marketing dari sebuah perusahaan.

Relasi antara produk dengan konsumen yang semula vertikal, kini berubah menjadi setara atau horizontal. Dalam mengambil keputusan, konsumen juga mengalami perubahan dari individu menjadi sosial. Ya, berbagai saran dan review online maupun offline memang sangat mungkin mempengaruhi keputusan konsumen.

Buku marketing 4.0: moving from traditional to digital merupakan karya dari Philip Kotler, Hermawan Kartajaya, dan Iwan Setiawan. Buku ini didedikasikan untuk para pengusaha atau pebisnis agar merek dagang mereka bisa lebih mulus dan mampu beradaptasi di era baru digital. Konsep pemasaran 4.0 mengubah perjalanan konsumen (customer path) yang semula 4a (attitude, aware, act, dan act again) berubah menjadi 5a (appeal, aware, act,  ask, dan advocate). 

Nah, pada titik inilah letak pentingnya sebuah integrasi antara era digital dan tradisional, baik online maupun offline. Pemilik merek juga harus lebih menerapkan content marketing untuk kemajuan bisnisnya. Oleh karena itu, dalam buku ini juga terdapat panduan yang sangat lengkap bagi para pemilik usaha untuk memperbarui atau memulai bisnis menggunakan mindset digital.

Era Baru Dunia Marketing

Marketing 4.0
Menyambut Era Baru Marketing 4.0

Pemasaran 4.0 telah diperkenalkan belum lama ini. Strategi marketing ini menggunakan pendekatan pemasaran yang mengkombinasikan antara interaksi offline dengan interaksi online, antara pelanggan dengan perusahaan. Pada era ekonomi digital, adanya interaksi digital saja ternyata tidak cukup. Pada kenyataannya, sentuhan offline kini menjadi titik diferensiasi yang cukup kuat di saat marketing online semakin berkembang,

Selain adanya kombinasi antara dunia offline dan online, pemasaran 4.0 juga membangun integrasi antara substance dengan style. Hal ini berarti bahwa sebuah merek tidak hanya mengutamakan branding yang bagus saja, melainkan juga harus ada konten yang relevan serta up to date dengan para pelanggan.

Marketing 4.0
Marketing yang Semakin Maju

Dalam pemasaran 4.0, juga dikenal adanya konektivitas antara artificial intelligence dan machine-to-machine dengan tujuan untuk mendongkrak produktivitas. Namun, hal ini tetap harus diimbangi dengan konektivitas human-to-human. Hal ini karena konektivitas human-to-human dapat memperkuat customer engagement. Pada intinya, pengembangan suatu teknologi tidak mungkin bisa berhenti pada teknologi itu sendiri. Perkembangan teknologi lebih digunakan untuk membantu merek dalam membangun relasi dengan pelanggannya.

Pada akhirnya, marketing 4.0 merupakan sebuah strategi dalam bisnis menggunakan pendekatan pemasaran yang mengkombinasikan antara interaksi offline dan online. Tujuan utama dari strategi marketing ini tentunya adalah untuk memenangkan advokasi konsumen. Dengan begitu, maka tingkat penjualan sebuah merek bisa semakin maju dan meningkat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*